"Kita lahir dengan otak di dalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin mana pun kita, kita tetap kaya. Kerana tidak akan ada seorang pun yang dapat mencuri otak kita, fikiran kita dan idea kita. Dan apa yang anda fikirkan dalam otak anda jauh lebih berharga daripada emas dan perhiasan."

Thursday, 12 June 2014

aku tidak ingin dipandang CANTIK oleh LELAKI

Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di  matamu. Apa gunanya aku menjadi perhatian lelaki andai murka Allah ada  di situ.

Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang.

Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati.

Aku juga tidak mau menjadi penyebab  kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan  sesuatu yang tidak dapat aku berikan.
Bagaimana akan kujawab di hadapan Allah kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi?
Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang  perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki dan menghias  peribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah.
Kalau aku  ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu  untuk lelaki yang baik?
Tidak kunafikan sebagai remaja, aku  memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali  perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa  aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu.
Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk  menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan  lelaki lain. Engkau berhak mendapat kasih yang tulen.
Diriku  yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin  berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku  kemukakan, tetapi dia tetap tidak berputus asa.
Aku merasa  seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku. Aku  bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan? Aku beristigfar  memohon ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta  melindungi diriku dari kejahatan.
Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu. Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku.
Di mana saja aku berada, akal sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada  gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.
Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup.  Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir  pasir yang wujud di mana-mana.
Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita yang lain, dilamar lelaki yang bakal memimpinku ke arah tujuan yang satu.
Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga  harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihissalam, atau kekuasaan  seluas kerajaan Nabi Muhammad S.A.W., yang mampu mendebarkan hati jutaan gadis untuk membuat aku terpikat.
Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam  hatiku juga hatimu. Itu janji Allah.
Akan tetapi, selagi kita  tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dibazirkan  perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk membuat begitu.
Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut  perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.
Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari redha Illahi.
Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu.
Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan  meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu  rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan  atau syahid itu.
Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan  tanganku sendiri. Itu impianku. Aku pasti berendam airmata darah,  andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku.
Cukuplah  kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta  biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di  syurga.

No comments:

Post a Comment